Mabuk Kaporit
Birunya air
dan wangi kaporit di kolam renang mengawali kisah cinta kita
Sikapmu yang
anggun dan tegas membuatku tidak bisa mengalihkan perhatianku padamu
Tapi
ternyata...
Kau teman
kakakku
Diam-diam
kau mencintai kakakku
Apakah kau
tidak tahu kalau aku suka padamu sejak awal aku melihatmu ?
Suatu hari
kau datang ke rumahku...
Sebagai tamu
kakakku
Betapa
sakitnya hatiku ketika melihatmu dekat dan seakrap itu dengan kakakku
Hari
kemudian kau mencoba menyatakan perasaanmu pada kakakku
Betapa
bahagianya aku saat mendengar kalau kau ditolaknya
Namun,
disisi lain aku juga merasa kasihan padamu dan merasa jengkel pada kakakku
Karena sudah
menyakiti hatimu
Hari
berikutnya...
Aku mencoba
untuk menyatakan perasaanku padamu
Seperti
sedang mabuk kaporit kau menciumku di dekat kolam renang berair biru dan
membuat hatiku berbunga-bunga saat itu juga
Betapa
sedihnya hatiku...
Ketika kau
pergi tinggalkan aku begitu saja dan berkata kalau aku mirip kakakku
Seketika itu
juga aku membenci kakakku untu waktu yang sangat lama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar