PUISI BERALUR


Mabuk Kaporit

Birunya air dan wangi kaporit di kolam renang mengawali kisah cinta kita
Sikapmu yang anggun dan tegas membuatku tidak bisa mengalihkan perhatianku padamu

Tapi ternyata...
Kau teman kakakku
Diam-diam kau mencintai kakakku
Apakah kau tidak tahu kalau aku suka padamu sejak awal aku melihatmu ?

Suatu hari kau datang ke rumahku...
Sebagai tamu kakakku
Betapa sakitnya hatiku ketika melihatmu dekat dan seakrap itu dengan kakakku

Hari kemudian kau mencoba menyatakan perasaanmu pada kakakku
Betapa bahagianya aku saat mendengar kalau kau ditolaknya
Namun, disisi lain aku juga merasa kasihan padamu dan merasa jengkel pada kakakku
Karena sudah menyakiti hatimu

Hari berikutnya...
Aku mencoba untuk menyatakan perasaanku padamu
Seperti sedang mabuk kaporit kau menciumku di dekat kolam renang berair biru dan membuat hatiku berbunga-bunga saat itu juga

Betapa sedihnya hatiku...
Ketika kau pergi tinggalkan aku begitu saja dan berkata kalau aku mirip kakakku
Seketika itu juga aku membenci kakakku untu waktu yang sangat lama.

Tidak ada komentar: